Sepasang kekasih itu, dengan
penuh kelembutan, saling berpelukan. Tak lama kemudian mereka mulai
bersetubuh. Beberapa detik berselang, mereka pun saling menusuk kepala
pasangannya.
Tenang, ini cuma siput laut. Mereka hanya satu dari
banyak satwa yang menginjeksikan zat kimia ke tubuh pasangannya saat
sedang kawin. Tetapi, hanya mereka yang secara konsisten membidik bagian
kepala.
Belum jelas betul mengapa siput laut saling tusuk
bagian kepala, bisa jadi ini semacam cara mengendalikan pikiran. Dengan
menginjeksikan zat kimia ke otak pasangannya, masing-masing siput laut
jadi mampu mengubah perilaku lawannya demi keuntungan pribadi.
Ada ratusan spesies siput laut, tetapi para penusuk-kepala berasal
dari genus Siphopteron. Spesies dari genus ini belum dideskripsikan
secara formal, dan hingga kini masih disebut "Siphopteron species 1". Panjang mereka hanya 2-4 milimeter, dan hidup di lantai pasir perairan dangkal.
Seperti kebanyakan siput laut, semua Siphopteron
bersifat hermafrodit, artinya masing-masing individu memiliki organ
seksual jantan dan betina.
Pada Siphopteron quadrispinosum, kerabat terdekat Siphopteron
species 1, proses injeksi saat kopulasi bersifat menguntungkan bagi
sang penerima, karena cairan yang disuntikkan bisa mengandung nutrisi.
(Sumber: newscientist.com)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar